Anggota Komisi XI DPR Maruarar Sirait mengatakan, ada dua pekerjaan rumah atau PR yang mendesak dan harus dikerjakan terlebih dahulu oleh pemerintah.
Pertama pemerintah sebaiknya menuntaskan persoalan tingginya suku bunga kredit perbankan nasional yang saat ini membebani sektor usaha dan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, hal yang perlu dituntaskan pemerintah adalah azas resiprokal atau kesetaraan terhadap perlakukan perbankan asing di Indonesia. Saat ini, perbankan nasional khususnya BUMN masih dibatasi bahkan dipersulit untuk melakukan ekspansi di luar negeri. Sedangkan bank-bank asing bisa dibilang mudah berekspansi di Indonesia.
"Kenapa nggak soal yang di depan mata diselesaikan soal kepemilikan asing, UU perbankan yang sedang direvisi," tambah Maruarar.
Politisi PDIP ini juga menegaskan, banyak risiko yang harus ditanggung oleh pemerintah jika memaksakan program redenominasi saat ini.
"Biaya yang dibutuhkan untuk pencetakan berapa banyak, sosialisasi berapa lama, belum lagi kerumitan yang akan dibuat," cetusnya.
(feb/dnl)











































