Menteri BUMN Dahlan Iskan yang membawahi 141 korporasi pelat merah merespon positif rencana strategis 3 BUMN tersebut.
"Saya malah menunggu realisasi. Bagus, Pos-nya mendapat bisnis baru, Bank Mandiri bisa tambah network, jauh lebih luas," tutur Dahlan ketika ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (29/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus bersaing, BRI harus melawan," sebutnya.
Pada kesempatan itu, terkait permintaan Pos Indonesia untuk suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagai solusi ditolaknya persetujuan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO), mantan wartawan ini dengan tegas menolak opsi PMN.
"Kan saya udah bilang tidak lagi ada PMN, kecuali strategis," cetusnya.
Sebelumnya Direktur Utama Pos Indonesia, I Ketut Mardjana menjelaskan pengembangan 'Bank Pos' bertujuan menangkap peluang pembiayaan kredit sektor UMKM dan pemberian kredit untuk pensiun yang selama ini masih belum digarap secara maksimal. Serta memperluas akses masyarakat terhadap perbankan.
"Ini akan memberikan kredit pensiun dan UMKM," tutur Ketut.
Bank baru ini selanjutnya akan berbentuk join venture company karena Pos Indonesia tak sendiri yakni menggandeng Bank Mandiri dan Taspen.
Nantinya sesuai aturan dari Bank Indonesia (BI), Bank Mandiri akan memiliki porsi saham mayoritas dan berperan sebagai pendukung dana. Taspen dengan jumlah nasabah pesiunan yang banyak menjadi target pasar bank baru ini. Pos Indonesia sendiri akan membentuk PT Pos Jasa Keuangan Indonesia di dalam 'Bank Pos' ini dan berperan memanfaatkan jaringan kantor yang luas untuk penyaluran dan penagihan kredit.
(feb/dru)











































