"Perolehan laba tersebut merupakan hasil nyata dari transformasi bisnis yang dilakukan BRI selama ini, yaitu memperkuat fokus pada segmen UMKM dengan tetap mengedepankan kebijakan prudential banking, memperluas jaringan unit kerja dan e-channel, serta melakukan pengembangan e-banking, termasuk juga produk & layanan berbasis IT lainnya," ungkap Corporate Secretary BRI Muhammad Ali seperti dikutip dari siaran persnya, Kamis (31/1/2013).
Laba tersebut ditopang dari tingginya pertumbuhan kredit BRI yang mencapai 22,80% secara year on year atau mencapai Rp 348 triliun di 2012 dibandingkan pada 2011 yang hanya Rp 283 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan kredit mikro sendiri mencapai Rp 4,8 triliun, dan di kuartal ke IV mencatat pertumbuhan (net) QoQ tertinggi yaitu sebesar Rp 5,73 triliun, lebih dari dua kali pertumbuhan di periode yang sama di tahun 2011 yang lalu.
Jumlah rekening simpanan BRI tercatat lebih dari 35 juta rekening. Sementara rasio-rasio keuangan BRI di tahun 2012 antara lain ROA per akhir Desember 2012 tercatat 5,15%, meningkat dari posisinya di tahun 2011 sebesar 4.93%, ROE pada level 38,66%, dan BOPO sebesar 59,93% masih dibawah rata rata perbankan nasional. Sementara rasio CAR sebesar 16,95%.
(dru/dnl)











































