Hatta: Target KUR Perbankan Dinaikkan Jadi Rp 36 Triliun di 2013

Hatta: Target KUR Perbankan Dinaikkan Jadi Rp 36 Triliun di 2013

- detikFinance
Selasa, 05 Feb 2013 11:42 WIB
Hatta: Target KUR Perbankan Dinaikkan Jadi Rp 36 Triliun di 2013
Jakarta - Pemerintah menaikkan target Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2013 menjadi Rp 36 triliun. Ini seiring dengan terlampauinya target tahun lalu yang sebesar Rp 30 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa usai Rapat Koordinasi di kantornya, Selasa (5/2/2013). Ia optimis target di tahun ini juga tercapai.

"Dari target 2012 Rp 30 triliun. Realisasinya sudah mencapai Rp 34 triliun lebih, maka diperkirakan target Rp 36 triliun ini pun bisa terlampui," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyatakan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk menjadi penyalur KUR terbesar dengan Rp 19 triliun. Sementara Non Performing Loan (NPL) diharapkan tetap terjaga dibawah 5%.

Suku bunga untuk mikro yang awalnya 22% per tahun menjadi 0,95% per bulan. Sedangkan ritel dari 13% per tahun menjadi 0,57 per bulan.

"kita tetapkan flat, agar lebih mudah dan buat masyarakat yang hanya 3 bulan itu lebih gampang," terang Hatta.

Hatta menyatakan, program ini juga akan terus digenjot dari sisi aksesbilitas. Perbankan, menurutnya dapat mendorong percepatan KUR sampai ke tangan masyarakat.

"Kita usulkan agar dikembangkan perbankan, agar akses ke KUR semakin cepat dan peningkatan pelayanan pada kecepatan

Kemudian KUR akan optimalkan sektor hulu yang sebesar 34%. Sehingga dominasi dari sektor hilir yang meliputi perdagangan dapat berkurang.

"Serapan KUR sudah tidak didominasi perdagangan tapi juga sudah di hulu. Ini bagian upaya kita untuk tingkatkan agar serapan hulu lebih besar," sambungnya.

KUR nantinya, lanjut Hatta juga akan disertakan dalam Master Plan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Indonesia (MP3KI).

"Kedepan, KUR tidak berhenti pada sisi kredit saja, tapi kita kaitkan dengan pengentasan kemiskinan. Instrumen KUR nanti kita selipkan di MP3KI. Kita memaknai sebagai financial inclusion," tutupnya.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads