KUR Sektor Mikro BRI Tembus Rp 48 Triliun di Januari 2013

KUR Sektor Mikro BRI Tembus Rp 48 Triliun di Januari 2013

Herdaru Purnomo - detikFinance
Jumat, 15 Feb 2013 09:58 WIB
KUR Sektor Mikro BRI Tembus Rp 48 Triliun di Januari 2013
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengungkapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikucurkan ke sektor mikro terus melambung. Sejak diluncurkan tahun 2008, KUR Mikro telah mencatat rekor sebesar Rp 48,258 triliun hingga 31 Januari 2013.

"Realisasi KUR Mikro BRI sejak diluncurkan tahun 2008 lalu sampai dengan 31 Januari 2013 sebesar Rp 48,258 triliun," ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali seperti tertuang dalam siaran persnya, Jumat (15/2/2013).

Ali mengatakan, tingginya permintaan KUR Mikro serta kian mudahnya akses bagi nasabah membuat KUR Mikro jadi primadona pelaku usaha pemula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu penyebabnya, akses nasabah makin mudah baik secara infrastruktur maupun administratif. BRI sudah masuk ke jantungnya pengusaha mikro melalui Teras BRI di sentra-sentra perdagangan dan bisnis," ujar Ali.

Ali mengatakan, potensi ini tak mungkin hanya bisa digarap oleh Bank BRI sendirian. Peluang ini juga dapat digarap oleh perbankan lainnya, agar akses kredit ke masyarakat makin luas. Meski demikian, Bank BRI akan terus memperkuat askes dan layanan kepada pengusaha mikro.

"Misalnya, pedagang atau pengusaha kecil sekarang tidak perlu meninggalkan dagangannya. BRI akan melayani transaksi mereka secara langsung melalui electronic data capture (EDC)," ujar Ali.

Dikatakannya, secara keseluruhan, jumlah debitur KUR Mikro BRI mencapai 7,2 juta atau jauh meninggalkan KUR Ritel sebanyak 81.000 nasabah dengan outstanding pinjaman Rp 12,838 triliun.

Sekedar diketahui, nasabah KUR BRI yang meminjam dibawah Rp 20 juta termasuk dalam kategori KUR Mikro. Dari sisi kualitas kredit, KUR Mikro BRI sangat terkendali dan berkualitas. Hal itu terlihat dari rasio non performing loan (NPL) hanya sebesar 1,97%.

Selain itu Ali mengatakan, sebanyak lebih dari 700.000 nasabah KUR BRI, yang semula tidak bankable dan menyandang status pengusaha pemula dan mikro, kini naik kelas menjadi nasabah komersil sejak KUR diluncurkan pada 2008.

"Mereka ini kemudian sudah bankable. Pinjaman mereka sudah menggunakan prosedur dan administrasi normal. Sebab mereka sudah punya jamiman, aset tetap dan lain sebagainya," ujar Ali.

Ali menyampaikan, hingga 31 Januari 2013, nasabah KUR BRI yang bermigrasi ke kredit komersial berjumlah lebih dari 700 ribu debitur dengan plafon pinjaman mencapai Rp 9,256 triliun.

"Artinya, kalau mereka berimigrasi ke kredit komersial, bisnisnya semakin bagus serta menjadi bankable. Relasi dengan lembaga keuangan juga semakin bagus," papar Ali.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads