BJB Tambah 9 Kantor Cabang di 2013

BJB Tambah 9 Kantor Cabang di 2013

Herdaru Purnomo - detikFinance
Jumat, 15 Feb 2013 15:35 WIB
BJB Tambah 9 Kantor Cabang di 2013
Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) tahun ini berencana menambah sembilan kantor cabang. Empat kantor di Jakarta, dan masing-masing satu kantor di Sumedang, Tasikmalaya, Malang, Yogyakarta, dan Purwokerto

"Adapun, biaya investasi untuk masing-masing kantor beragam mulai dari Rp 600 juta hingga Rp 4,5 miliar. Bergantung status kantor. Untuk jaringan yang dibuka di Jakarta, Sumedang, dan Tasikmalaya ini merupakan realisasi dari rencana tahun lalu. Sedangkan, tiga jaringan baru lainnya masuk Rencana Bisnis Bank (RBB) 2013," ujar Direktur Utama BJB, Bien Subiantoro dalam siaran persnya, Jumat (15/2/2013).

Bien menuturkan, untuk ke depan pihaknya akan lebih gencar membangun jaringan baru di luar wilayah asal. Pasalnya, titik layanan perseroan di Jawa Barat dan Banten sudah terlalu padat. Bahkan, ia mengklaim, sudah melampaui bank-bank nasional yang ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini saatnya BJB memperluas jaringan di luar home base (wilayah asal) mengingat kepadatan di Jawa Barat dan Banten. Kami tinggal meningkatkan penetrasi pasar di wilayah asal, agar bisa berkontribusi lebih ketimbang daerah lain," imbuh dia.

Asal tahu saja, setelah Jawa Barat, Jakarta tercatat menjadi penyumbang terbesar. Dari sisi dana pihak ketiga misalnya, Jawa Barat berkontribusi sebesar Rp 28,6 triliun. Sementara, Jakarta Rp 9,7 triliun atau sekitar 25% dari total DPK tahun lalu yang sebesar Rp 47,5 triliun. Diikuti oleh Banten dan wilayah Jawa lainnya.

Potensi pasar yang besar ini masih akan dimanfaatkan perseroan untuk menebar lebih banyak jaringan. Tahun ini, perseroan menargetkan menambah titik layanan di Jakarta menjadi 200 hingga akhir tahun nanti. Saat ini, Jakarta baru memiliki 103 titik, terdiri dari 9 kantor cabang utama, 60 kantor cabang pembantu, 7 kantor kas, 1 pos pembayaran, 97 atm, dan 27 warung BJB.

Di sepanjang tahun lalu, BJB berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 35,2 triliun atau tumbuh 29,5%. Kredit mikro menjadi penopang utama. Sementara, asetnya mencapai Rp 71 triliun (setelah konsolidasi dengan BJB Syariah).

Selain itu, lanjutnya, Bank BJB sudah mengantongi izin untuk ekspansi ke luar daerah sejak Bank Indonesia belum mengeluarkan aturan mengenai kebijakan aturan izin usaha berjenjang. “Kendati demikian pembukaan empat cabang baru ini sudah diajukan sejak tahun lalu,” katanya.

Bien mengatakan rata-rata jaringan kantornya di luar Jabar dan Banten mampu menunjukkan kinerja positif, terlihat dari keberhasilan membukukan laba.

Dia memberi contoh, jaringan kantornya di Palembang sudah mampu mencetak keuntungan dalam waktu singkat setelah pembukaan.

"Menambah jaringan kantor merupakan investasi jangka panjang, dan merupakan cara menggenjot pertumbuhan bisnis," ujarnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads