Target kredit tersebut, diantaranya untuk pembiayaan kendaraan bermotor. Pada tahun 2012, kredit kendaraan bermotor melalui Adira Finance tumbuh sebesar 10% menjadi Rp 45,6 triliun yang didorong oleh pertumbuhan sebesar 26% pada segmen kendaraan roda empat, sementara segmen kendaraan roda dua stagnan.
"Industri kendaraan roda dua secara keseluruhan terkena dampak dari regulasi Down Payment (DP). Industri sepeda motor hanya tumbuh 11 persen tahun 2012. Nah dari pertumbuhan industri itu, 60 persennya dari Adira Finance. Tahun lalu kredit motor flat. Mobil tahun lalu tumbuh 22 persen. Adira tumbuh hanya 10 persen untuk kendaraan sepeda motor yang biasanya di atas 20 persen, ini dampak dari kenaikan DP," kata Direktur Danamon Vera Eve Lim, usai acara paparan kinerja perseroan 2012, di Menara Danamon, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (18/2/13).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit mass market mencakup kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), kredit kepada nasabah wirausahawan kecil dan solusi emas syariah yang merupakan pembiayaan syariah beragun emas.
Sementara itu, pada tahun 2012 , kredit UKM dan komersial Danamon mencatatkan pertumbuhan sebesar 26% menjadi Rp 30,5 triliun yang didukung oleh kinerja positif dari unit bisnis ABF (Assets Based Financing) dan trade finance. Kredit UKM dan komersial mencakup 26% dari total portofolio kredit Danamon.
"Kredit untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh sebesar 19% dan berkontribusi sebesar 31% dari total kredit Danamon," uajrnya.
(dru/dru)











































