Kenaikan laba bersih tersebut didukung oleh kenaikan laba sebelum pajak yang juga meningkat signifikan sebesar 72% menjadi Rp 1,7 triliun dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 985 miliar.
Presiden Direktur BII, Datoβ Khairussaleh Ramli mengatakan, peningkatan kinerja terutama didukung oleh pertumbuhan yang kuat pada keseluruhan bisnis inti perseroan seperti simpanan, peningkatan keseluruhan kualitas aset termasuk entitas anak dan perbaikan berkelanjutan dari keseluruhan operasional bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, perseroan mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 20% sepanjang tahun 2012 dari Rp 67,2 triliun menjadi Rp 80,9 triliun. Kredit UKM mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 41% dari Rp 16,4 triliun menjadi Rp 23,1 triliun. Kredit korporasi tumbuh 24% menjadi Rp 21,6 triliun, komersial tumbuh 1% menjadi Rp 8 triliun, konsumer tumbuh 11% menjadi Rp 27,8 triliun.
"Di konsumer, portofolio pembiayaan roda dua turun 11% menjadi Rp 8,8 triliun terutama disebabkan karena dampak peraturan baru loan to value (LTV)," kata dia.
Namun, kata dia, perseroan membukukan pertumbuhan hampir 100% pada portofolio kendaraan roda empat sejalan dengan keberhasilan perseroan menyeimbangkan portofolio kendaraan antara bisnis roda empat dan roda dua.
(dru/dru)











































