Direktur Keuangan BII Thilagavathy Nadason mengatakan, perseroan berencana menerbitkan subdebt atau right issue untuk mendapatkan tambahan modal tersebut. Rencananya, semester 2 tahun ini aksi korporasi itu akan dilakukan.
"Kita butuh tambahan modal Rp 1 triliun sampai Rp 1,5 triliun tahun ini, itu kemungkinan dari subdebt atau right issue. Bisa juga diinjeksi dari pemegang saham," ujarnya usai acara konferensi pers paparan kinerja perseroan full year 2012, di Gedung BII Jakarta, Selasa (19/2/13).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan jaga CAR di angka 11-12 persen. Sasaran kami adalah meraih pangsa pasar di seluruh portofolio bisnis inti kami secara bertanggung jawab," kata dia.
(dru/dru)











































