PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) berhasil mencetak laba bersih selama 2012 sebesar Rp 2 triliun atau meningkat 41% dibandingkan perolehan selama tahun 2011 yang sebesar Rp 1,4 triliun. Laba bersih per saham (earning per share) juga tercatat naik Rp 94 (38%) dari Rp 247 menjadi Rp 341 per lembar saham.
Β
Perolehan laba tersebut ditopang dari penyaluran kredit perseroan yang selama 2012 tumbuh 28% dari Rp 30,3 triliun pada 2011 menjadi Rp 38,8 triliun. Sementara rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) neto di posisi 0,31%, pada 2011 NPL neto BTPN sebesar 0,35%.
Aset BTPN juga mencatat pertumbuhan hingga 27%. Total aset mencapai Rp 59,1 triliun di 2012 dibandingkan tahun 2011 yang tercatat Rp 46,7 triliun.
"Berlandaskan strategi bisnis yang memadukan misi bisnis dan misi sosial, dan tetap fokus pada segmen yang kami tekuni kedepan kami optimistis dapat terus bertumbuh dengan rasio kecukupan modal (CAR) solid sebesar 21,5% per 31 Desember 2012," kata Direktur Utama BTPN, Jerry Ng dalam siaran persnya, Rabu (20/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara BTPN juga mencatat nilai simpanan masyarakat di BTPN tumbuh 27% dari Rp 35,6 triliun per 31 Desember 2011 menjadi Rp 45,1 triliun di 31 Desember 2012.
Saat ini BTPN telah melayani lebih dari 1,8 juta nasabah, melalui lebih dari 1.800 jaringan kantor yang telah beroperasi secara online realtime, yang tersebar dari Aceh hingga Papua. (dru/dnl)










































