Perolehan laba tersebut ditopang dari penyaluran kredit perseroan yang selama 2012 tumbuh 28% dari Rp 30,3 triliun pada 2011 menjadi Rp 38,8 triliun. Sementara rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) neto di posisi 0,31%, pada 2011 NPL neto BTPN sebesar 0,35%.
Aset BTPN juga mencatat pertumbuhan hingga 27%. Total aset mencapai Rp 59,1 triliun di 2012 dibandingkan tahun 2011 yang tercatat Rp 46,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui program pemberdayaan yang dikenal dengan Daya, selama 2012, BTPN mengklaim berhasil menjangkau lebih dari 1.200.468 penerima manfaat. Jumlah tersebut naik 50% dibandingkan selama 2011 yang tercatat 802.069 penerima manfaat. Jumlah aktivitas dan kelas pelatihan yang digelar selama 2012 juga tumbuh signifikan menjadi 53.079 aktivitas, atau meningkat 104% dibandingkan tahun 2011 yang tercatat 25.994 aktivitas.
Sementara BTPN juga mencatat nilai simpanan masyarakat di BTPN tumbuh 27% dari Rp 35,6 triliun per 31 Desember 2011 menjadi Rp 45,1 triliun di 31 Desember 2012.
Saat ini BTPN telah melayani lebih dari 1,8 juta nasabah, melalui lebih dari 1.800 jaringan kantor yang telah beroperasi secara online realtime, yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
(dru/dnl)











































