Agus Martowardojo tidak akan mundur sebagai Menteri Keuangan meskipun dicalonkan oleh Presiden SBY sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Darmin Nasution yang habis jabatannya Mei 2013.
Presiden SBY telah memberikan arahan kepada Agus Marto agar dirinya tetap menjabat sebagai Menkeu, sambil menyelesaikan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Gubernur BI di DPR-RI.
"Untuk saya, apabila dicalonkan menjadi Gubernur BI, telah memperoleh arahan dari Bapak Presiden, bahwa saya akan tetap menjadi Menkeu sambil menyelesaikan semua proses di DPR. Hal itu perlu saya jelaskan karena prioritas utama dari Bapak Presiden dan pemerintah adalah pemerintah sangat ingin menjaga stabilitas sistem keuangan, sehingga dalam masa transisi terus diberikan perhatian koordinasi antara pemerintah, otoritas fiskal, dengan otoritas moneter BI," papar Agus Marto di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (25/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mempunyai BI, otoritas moneter yang independen, namun siap untuk bekerjasama dengan harmonis dengan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan inklusif," jelas Agus Marto.
BI sebagai otoritas moneter Indonesia, lanjut Agus, perlu terus melanjutkan kerja sama dengan lembaga otoritas moneter dunia di forum internasional. "BI perlu melanjutkan pembentukan sistem pembayaran nasional yang efisien dan efektif, dan BI melanjutkan reformasi," kata Agus.
Agus Marto menyatakan, dirinya belum mempunyai rencana lain apabila nanti gagal lagi dipilih menjadi Gubernur BI. Karena pada 2008 lalu, Agus Marto pernah gagal dipilih menjadi calon Gubernur BI oleh DPR.
(dnl/hen)










































