Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengatakan Indonesia belum memiliki bank nasional yang berskala besar sehingga bisa membiayai proyek-proyek jangka panjang.
"Kita belum memiliki bank besar nasional," kata Sigit dalam RDPU dengan Komisi XI terkait usulan RUU Perbankan, Selasa (26/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank Mandiri pun hanya urutan ke 8 di ASEAN," kata Sigit.
Bahkan jika Bank Mandiri dan BNI dimerger menjadi satu bank nasional, urutannya nomer 5 atau 6 di ASEAN.
"Bahkan jika Mandiri dan BNI di-gabungpun urutannya peringkatnya hanya 5-6," ucapnya.
Untuk itu, sambung Sigit, diperlukannya suatu cetak biru perbankan nasional agar bisa terbentuk sebuah bank berskala besar, yang bisa membiayai proyek-proyek besar.
"Tidak perlu membentuk bank baru, tapi bisa menggabungkan bank-bank nasional yang ada," tandasnya.
(rrd/dru)











































