Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, program ini bertujuan agar para pekerja migran Indonesia memiliki bekal semangat dan ketrampilan untuk masa depan yang lebih baik saat kembali ke tanah Air.
"Langkah yang kami lakukan ini merupakan upaya kami sebagai salah satu perusahaan milik negara, untuk membantu para pekerja migran agar mampu mandiri saat kembali ke Indonesia," kata Zulkifli dalam siaran persnya, Minggu (3/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program pelatihan kewirausahaan ini terbagi dalam 3 tahapan pelatihan, yaitu pra penempatan, penempatan dan pasca penempatan. Tahap pra penempatan diperkenalkan kepada calon tenaga kerja yang akan bekerja ke luar negeri. Selanjutnya, pada tahap penempatan di negara tujuan, para pekerja dilatih menganalisa peluang usaha, membuat rencana bisnis, motivasi dan semangat kewirausahaan.
"Pasca penempatan, para pekerja migran yang mengikuti program Mandiri Sahabatku, akan mendapat pendampingan dari Bank Mandiri dalam memulai usaha," jelas Zulkifli.
Peserta pelatihan Mandiri Sahabatku, lanjut Zulkifli Zaini, tidak dipungut biaya atau gratis. "Mandiri Sahabatku memiliki visi menciptakan pengusaha baru dari kalangan pekerja migran Indonesia, sehingga mereka nantinya dapat menjadi βmajikanβ di negeri sendiri," ujarnya.
(dru/zlf)











































