Bank Mandiri terus berupaya memperkuat sayap layanan dan fokus ekspansi bisnis di wilayah Asia, salah satunya di kawasan otonomi khusus China, Hong Kong, dengan layanan kantor cabang. Selain untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan Indonesia di negeri tersebut, juga untuk layanan remitansi (pengiriman uang) 160 ribuan Buruh Migran Indonesia (BMI) yang ada di Hong Kong.
"Masyarakat Indonesia yang bekerja maupun berbisnis di negara-negara Asia juga cukup banyak," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, usai seremoni peresmian pelebaran kantor cabang Bank Mandiri di Keswick Street, Causebay, Hong Kong, Minggu (3/3/2013).
Dengan upaya ekspansi tersebut, imbuhnya, diharapkan dapat memudahkan pebisnis Indonesia mengembangkan usahanya dan para buruh migran dapat dengan nyaman dan aman dalam bertransaksi keuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, trade finance selama 2012 juga mengalami peningkatan, di tahun 2011 transaksi mencapai US$ 420 juta maka di tahun 2012 terdapat peningkatan 4 persen, yaitu sebesar US$ 440 juta.
Menurut General Manager Bank Mandiri Hong Kong Dikdik Yustandi, pihaknya berupaya terus memperkuat layanan trade finance guna memperkuat peningkatan perdagangan internasional Indonesia.
"Tahun ini (2013) ditargetkan volume transaksi tumbuh 15 persen dibandingkan tahun lalu (2012)," jelasnya.
Target pengembangan bisnis remitansi pun turut diprioritaskan di tahun 2013. Tahun 2012 total transaksi yang dilakukan buruh migran mencapai US$ 3,6 miliar. Bila dicermati, terdapat pertumbuhan 56 persen transaksi remitensi dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 2,3 miliar.
"Termasuk dalam transaksi tersebut adalah incoming atau outcoming dalam mata uang Dollar Amerika, Euro, Yen Jepang, Dollar Hong Kong," paparnya.
Pelayanan sendiri terus ditingkatkan dengan menambahkan fasilitas yang dapat dinikmati nasabah selama bertransaksi, salah satunya dengan melengkapinya dengan fasilitas perpustakaan.
(ahy/dru)











































