Anggota Komisi XI DPR dari fraksi PDIP Maruarar Sirait menjelaskan untuk menjadi Gubernur BI, Agus Marto harus memenuhi dan memperjuangkan azas kesetaraan atau resiprokal untuk perbankan asing yang beroperasi di Indonesia.
"BI nantinya harus memperjuangkan asas resiprokal. Bank sentral di Singapura, China dan Malaysia sangat protect perbankannya. Contoh, BNI buka ATM di Orchard Road prosedurnya lama. Kita disini bank asing punya saham bisa 99%. Kalau di Malaysia, China dan Singapura dibatasi," tutur Maruarar di Gedung DPR Senayan Jakarta, Senin (4/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keempat pemahaman makro purdential, baik segi ilmu dan networkingnya. Kita butuhkan orang yang siap pakai," tambahnya.
Namun, Maruarar menjelaskan secara fraksi, PDIP belum mengambil sikap terhadap pencalonan Agus Marto. Menurutnya, untuk menuju tahap fit and proper test hingga ditetapkan sebagai Gubernur BI, Agus Marto yang merupakan mantan bos Bank Mandiri dan Bank Permata ini, harus menjalani pertanyaan yang kritis dari anggota serta menjalani proses yang tidak mudah.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi XI Andi Timo menjelaskan, besok malam (5/3/2013), Komisi XI akan melakukan rapat internal untuk membahas pencalonan tunggal Agus Marto sebagai Gubernur Bank Indonesia. Rapat internal ini digelar sebagai bentuk tindak lanjut dari Badan Musyawarah DPR yang memberikan kuasa kepada Komisi XI.
"Kami rencana akan ada rapat internal tanggal 5 malam, salah satu agenda membicarakan surat Bamus pencalonan Agus Marto menjadi Gubernur BI," papar Andi Timo.
Pada rapat internal ini nanti juga dibahas kapan Agus Marto akan menjalani fit and proper test.
"Komisi semua support (rapat internal), kita lihat besok malam kita rapatkan, nanti kita agendakan (fit and proper)," tegasnya.
(hen/dru)











































