Penempatan Dana Perbankan di SBI Mencapai Rp 52,98 T

Penempatan Dana Perbankan di SBI Mencapai Rp 52,98 T

- detikFinance
Selasa, 05 Okt 2004 11:32 WIB
Jakarta - Dana perbankan yang ditempatkan pada SBI (Sertifikat Bank Indonesia) hingga September 2004 mencapai Rp 52,98 triliun. Angka ini berarti turun dibandingkan pada awal 2004 yang mencapai Rp 130,4 triliun. Namun demikian BI menilai dana yang ditempatkan perbankan di SBI masih cukup besar.Hal ini disampaikan Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Nelson Tampubolon dalam workshop prospek dunia usaha dan potensi pembiayaannya oleh perbankan di Gedung BI, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (5/10/2004)."Dengan peningkatan fungsi intermediasi perbankan diharapkan kelebihan likuiditas perbankan dapat terserap kembali untuk menggerakan sektor riil," ujar Nelson Tampubolon.Dia menjelaskan penyaluran kredit perbankan memang akhir-akhir ini cukup meningkat namun masih terfokus pada kredit konsumsi. Secara rata-rata pertumbuhan tahunan kredit konsumsi sejak tahun 2000 sampai 2003 mencapai 40,3 persen atau jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan kredit investasi sebesar 11,7 persen dan kredit modal kerja yang hanya 10,4 persen."Agar momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan berkelanjutan kita berharap dana perbankan disalurkan kepada sektor produktif," tegasnya.Dia menilai enggannya perbankan menyalurkan kredit ke sektor tertentu bukan karena risiko namun lebih karena kurangnya informasi mengenai sektor tersebut dan prospeknya.Sementara Deputi Gubernur BI Maman Sumantri menjelaskan bahwa berdasarkan workshop yang dilakukan oleh BI dengan mempertemukan perbankan dan kalangan dunia usaha setidaknya ada 4 subsektor dunia usaha yang paling diminati oleh para peserta yakni industri migas, komponen otomotif, kerajinan tangan dan properti.Maman Sumantri menjelaskan berdasarkan data BI, loan to deposit ratio (LDR) perbankan sekarang ini terus menunjukkan kenaikan secara bertahap. Jika pasca krisis ekonomi LDR perbankan tahun 1999 mencapai 26,2 persen maka pada akhir tahun 2003 sudah mencapai 43,2 persen dan naik lagi mencapai 46,8 persen pada 2004 ini.Namun menurut Maman untuk mencapai tingkat sebelum krisis yakni 82,6 persen pada Desember 1997 masih perlu kerja keras pemerintah, perbankan dan pelaku usaha. BI juga berupaya untuk meningkatkan fungsi intermediasi perbankan dengan mendorong turunnya suku bunga pinjaman melalui kebijakan suku bunga SBI yang rendah. Suku bunga kredit modal kerja (KMK) secara bertahap telah turun dimana per Desember 2001 sebesar 19,19 persen namun pada Juli 2004 sudah turun menjadi 13,99 persen. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads