BI: Kredit Sektor Properti Belum Mengkhawatirkan
Selasa, 05 Okt 2004 12:05 WIB
Jakarta - Meskipun sektor properti tengah mengalami booming, namun hingga saat ini penyaluran kreditnya masih belum sampai ke level yang mengkhawatirkan dengan jumlah kredit macet yang cukup rendah di bawah 5 persen. Hal ini disampaikan Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI) Nelson Tampubolon dalam workshop prospek dunia usaha dan potensi pembiayaannya oleh perbankan di Gedung BI, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (5/10/2004).Nelson mengaku untuk kredit konsumsi jumlah kerdit macetnya masih lebih tinggi dibandingkan sektor properti meskipun juga masih di bawah 5 persen. Sementara Deputi Gubernur BI Maman Sumantri menjelaskan sebelum krisis sektor properti jumlah kreditnya mencapai 40 persen dari total kredit perbankan. Sedangkan saat ini masih dalam level 20 persen.BI, lanjut Maman Sumantri akan mengawasi kredit sektor properti jika nantinya jumlah kredit yang disalurkan ke sektor ini sudah pada level tertentu yang mengharuskan BI bersikap hati-hati. Nelson Tampubolon menambahkan bahwa pemberian kredit ke sektor properti pada masa sebelum dan sesudah krisis ada perbedaan yang cukup besar dimana sekarang ini sudah ada sistem risk management dimana untuk kredit dalam jumlah besar akan terlebih dahulu diuji unsur risikonya.Selain itu, bank sekarang ini juga cukup hati-hati dalam memberikan kredit ke sektor ini. Hal lainnya adalah sebelum krisis sistem perbankan tidak mengenal BMPK (batas maksimum pemberian kredit) dimana sekarang ini ditetapkan BMPK sebesar 10 persen kepada pihak terkait.
(san/)











































