Dua BPR Kembali Dinyatakan Sehat oleh Bank Indonesia
Selasa, 05 Okt 2004 14:16 WIB
Jakarta - Dari enam BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang masuk dalam special survillence unit (SSU/pengawasan khusus) Bank Indonesia sampai saat ini sudah 2 yang dinyatakan sehat karena menyetor modal sehingga CAR-nya kembali di atas 4 persen dan selanjutnya keluar dari SSU.Hal ini disampaikan Deputi Direktur Direktorat Pengembangan BPR Bank Indonesia Srimulyati Tri Subari di Gedung BI, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (5/10/2004).Dijelaskan secara umum kondisi BPR di seluruh Indonesia tingkat kesehatannya masih sangat bagus. Investor juga sudah melirik untuk mendirikan BPR di Indonesia timur serta di daerah lain seperti Palu, Padang, Batam dan Kendari. "Jadi kelihatannya investor sudah mulai ke arah timur Indonesia," ujarnya. Sementara ini, lanjut Srimulyati, BI saat ini juga masih membatasi jumlah BPR yang akan membuka cabangnya. Untuk saat ini baru beberapa BPR yang diberi izin untuk membuka cabang seperti BPR di Malang dan Manado.Menyangkut sertifikasi bagi direktur BPR, Srimulyati menjelaskan bahwa sampai tahun 2008 BI mengharapkan seluruh direktur BPR sudah mempunyai sertifikat. Pada tahun 2005 BI mengharapkan sudah 1.000 orang direktur dari total 2.161 BPR yang memiliki sertifikat.
(san/)











































