"Kita berpendapat lebih baik mengoptimalkan bank yang ada, belum terpikir untuk membentuk bank baru," kata dia usai acara Panja RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (RUU Perlintan) dengan Komisi IV, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/3/13).
Menurut Kiagus, pihaknya tetap mendukung perekonomian petani dengan mendorong perkembangan perbankan yang sudah ada, dari situ dipastikan dapat membantu permodalan untuk petani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena tidak efektif, apalagi saat ini bank lebih menguntungkan terbuka secara umum. Kita punya pengalaman ada bank pertanian yang gagal kemudian di gabung dengan BRI," katanya.
Menurutnya, apabila pendirian bank pertanian dipaksakan kembali, maka bank tersebut akan kalah bersaing dengan bank umum karena bank umum dinilai lebih kuat dalam mengelola dana masyarakat.
"Bank pertanian akan kalah di lapangan. Karena kalau tiap sektor bikin bank, dampaknya uang yang dikelola akan terjadi perebutan modal kalau itu terjadi bank pertanian juga kalah," tandasnya.
(dru/dru)











































