Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis mengatakan hal tersebut akan ditelusuri lebih jauh kepada Agus Marto dalam uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test yang berlangsung saat ini.
"Kita ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan apakah Pak Agus dikirim menjadi calon, betul karena ia tak dikehendaki sebagai anggota kabinet lagi," ungkap Harry dalam fit and proper test di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adakah Pak Agus itu dicalonkan karena presiden sudah tidak ingin lagi beliau di kabinet? Jadi adanya pembuangan seperti disingkirin, kalau jawaban itu iya, bisa jadi pandangan fraksi-fraksi berubah," jelasnya.
Harry menilai, BI memiliki pertaruhan yang besar dalam hal moneter. Komisi XI tidak akan mengorbankan posisi penting.
"Menanggap dia (Agus Marto) tidak cocok menjadi menkeu, dan kita loloskan jadi Gubernur BI. Terus apakah dia cocok di BI. Kan pertaruhannya moneter. Kalau kita terima alasan dia dibuang dan kita terima orang buangan pertaruhannya apa? Itu yang menjadi pertanyaan," pungkasnya.
(dnl/dnl)











































