Bukopin Syariah Tutup 2012 dengan Kenaikan Laba 41%, Tembus Rp 17 Miliar

Bukopin Syariah Tutup 2012 dengan Kenaikan Laba 41%, Tembus Rp 17 Miliar

- detikFinance
Selasa, 26 Mar 2013 17:15 WIB
Bukopin Syariah Tutup 2012 dengan Kenaikan Laba 41%, Tembus Rp 17 Miliar
Jakarta - PT Bank Syariah Bukopin (BSB) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2012. RUPST BSB telah memutuskan persetujuan atas laporan tahunan Perseroan serta pengesahan perhitungan tahunan yang terdiri dari neraca dan laba rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada pada tanggal 31 Desember 2011.

Direktur Utama BSB, Riyanto memaparkan sejalan dengan catatan positif industri perbankan syariah, kinerja positif juga berhasil dicapai BSB pada 2012.

"Kami sepanjang 2012 terus berupaya menjalankan fungsi intermediasi perbankan berdasarkan Prinsip Syariah, baik melalui penghimpunan dana maupun financing. Upaya penguatan fungsi intermediasi tersebut dilakukan secara simultan dengan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah melalui peningkatan fitur pelayanan, di antaranya melalui pemanfaatan ATM," tuturnya seperti dikutip detikFinance dari siaran persnya, Selasa (26/3/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencapaian positif terlihat dari volume usaha (aset) BSB sampai dengan akhir 2012 (audited) secara tahunan tumbuh 32,46% dibandingkan dengan akhir 2011,dari Rp 2,73 triliun menjadi Rp 3,62 triliun. Pertumbuhan volume usaha tersebut lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan asset Perseroan pada 2011 yang sebesar 24,43%.

Peningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi R p2,85 triliun atau tumbuh 24,39% dibandingkan dengan akhir 2011 yang sebesar Rp 2,29 triliun. Penghimpunan DPK tersebut didukung oleh peningkatan dana murah secara signifikan dalam bentuk giro dan tabungan yang pada 2012 masing-masing mencapai Rp 183,02 miliar dan Rp 345,52 miliar atau masing-masing tumbuh 77,75% dan 27,20%. Selain giro dan tabungan, pada periode yang sama deposito meningkat menjadi Rp 2,32 triliun atau tumbuh 21,13% dibandingkan dengan 2011.

Pembiayaan juga mengalami pertumbuhan siginifikan,sebesar 37,23% menjadi Rp 2,63 triliun dari Rp 1,92 triliun pada 2011. Kontribusi pembiayaan terbesar pada 2012 berasal dari murabahah sebesar 67,82% terhadap total pembiayaan.

"Ke depan, upaya-upaya untuk meningkatkan porsi pembiayaan melalui strategi bisnis yang tepat dan penetrasi pasar lebih luas secara terus menerus akan kami tingkatkan," jelas Riyanto.

"Seiring dengan peningkatan DPK, pembiayaan, dan pangsa pasar aset tersebut, laba bersih tercatat sebesar Rp 17,30 miliar atau mengalami kenaikan 41,68% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 12,21 miliar. Peningkatan laba bersih secara signifikan itu berasal dari kenaikan pendapatan 2012 tumbuh 26,87% atau menjadi Rp 311,22 miliar," tutur Riyanto.

Sedangkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy ratio/CAR) BSB juga masih berada di posisi aman, yaitu sebesar 12,78%.

Hingga akhir 2012, jaringan kantor BSB terdiri dari 10 (sepuluh) Kantor Cabang, 7 (tujuh) Kantor Cabang Pembantu, dan 4 (empat) Kantor Kas. Selain itu, BSB melayani nasabahnya melalui 53 delivery channel yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.
(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads