Kenaikan laba bersih perseroan ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih perseroan yang tumbuh 17,6% menjadi Rp 21,2 triliun di sepanjang tahun 2012, sementara marjin bunga bersih (NIM) tetap stabil sebesar 5,6%.
Pendapatan operasional perseroan juga ikut naik 6,5% menjadi Rp 6,4 triliun yang ditopang dengan peningkatan pendapatan provisi dan komisi lainnya sebesar 19,7%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar Rp 54,4 triliun atau naik 27% menjadi Rp 256,8 triliun di tahun 2012. Angka itu melebihi rata-rata pertumbuhan sektor perbankan yang tumbuh 22,6%.
Portofolio kredit BCA terdiversifikasi dengan komposisi kredit korporasi sebesar 33% sedangkan komersial & UKM dan konsumer dengan komposisi masing-masing sebesar 40,1% dan 26,9% terhadap total portofolio kredit.
Kredit konsumer mencapai Rp 68,9 triliun pada 2012 atau naik 37,1% ditopang oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Portofolio KPR naik 49,1% dari Rp 28 triliun menjadi Rp 41,8 triliun.
Sementara itu, KKB naik 17,8% dari Rp 17,6 triliun menjadi Rp 20,7 triliun pada akhir 2012.
Kredit komersial dan UKM meningkat 28,4% menjadi Rp 103 triliun pada akhir 2012. Kredit korporasi juga ikut aik 18,1% menjadi Rp 84,8 triliun.
(dru/dru)











































