Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan, melalui kerjasama ini diharapkan pihaknya bisa menggaet sekitar 2 juta peserta Jamsostek dari 4,5 juta peserta Jamsostek yang eligible.
"Jumlah peserta Jamsostek kan sekarang 11,5 juta. Nah, 4,5 juta kan yang eligible, setidaknya setengah dari itu atau sekitar 2 juta bisa kita tarik untuk jadi nasabah," ujarnya usai acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Tentang Penyediaan Rumah Bagi Peserta Jamsostek dengan Fasilitas KPR, di Menara BTN, Jakarta, Senin (1/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang 2012, jaringan kantor Bank BTN terdiri dari 3 Kantor Wilayah, 65 Kantor Cabang, 223 Kantor Cabang Pembantu, 415 Kantor Kas, 22 Kantor Cabang Syariah, 21 Kantor Cabang Pembantu Syariah, 7 kantor Kas Syariah (Total 756 jaringan kantor) dan 2.922 outlet Kantor Pos Online.
Sementara itu, Direktur Utama Jamsostek Elvyn G Masassya mengungkapkan, dengan kerjasama ini diharapkan dapat memperbanyak peserta Jamsostek untuk bisa dapat penyaluran kredit rumah.
"Bukan saja dapat fasilitas rumah dengan bunga rendah tetapi akses KPR dengan bunga bersaing dan supply dari Apersi dan REI," ujarnya.
Di tahun 2012, Jamsostek sudah memulai langkah-langkah transformasi dengan BPJS dengan mereview dan mengembangkan hal-hal baru yang berfokus meningkatkan pelayanan one day service.
Dia menyebutkan, sepanjang tahun 2012, pihaknya telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 132,7 triliun dan investasi sebesar Rp 13,2 triliun.
Jamsostek juga memiliki komitmen dan menggagas rumah terjangkau bagi pekerja Jamsostek di 3 lokasi
Jabodetabek, Jabar, dan Jatim.
"Mudah-mudahan rencana kami bisa ditangkap sebagai peluang bagi Apersi dan BTN," kata Elvyn.
(dru/dru)











































