Laba Bersih Bank Permata Rp 489 M
Jumat, 08 Okt 2004 05:15 WIB
Jakarta - Bank Permata berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 489 miliar (tidak diaudit) pada September 2004. Jumlah ini merupakan peningkatan yang signifikan sebesar 128 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan jumlah lebih bersih Rp 214 miliar."Bank Permata berhasil mencatatkan kinerja operasional yang baik dengan mengembangkan fokus bisnis utama sekaligus menjaga asas prudential banking," kata Direktur Utama Bank Permata Agus Martowardojo.Agus, seperti termuat dalam rilis yang diterima detikcom dari media relations Bank Permata, Kamis (7/10/2004) malam, menjelaskan pendapatan operasional mencapai Rp 1,34 triliun pada September 2004 atau meningkat 30 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 1,03 triliun.Bank Permata juga mencatatkan peningkatan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 12 persen pada September lalu, atau lebih tinggi pada periode tahun sebelumnya sebesar 10,1 persen. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) berhasil ditekan pada posisi 1,9 persen atau membaik dibanding sebelumnya pada posisi 3,51 persen.Sementara kredit yang disalurkan meningkat dari Rp 9,1 triliun pada September tahun lalu menjadi Rp 13,2 triliun pada periode yang sama tahun ini. Kemampuan menyalurkan kredit (LDR) naik dari 41 persen menjadi 52 persen. Sedang obligasi pemerintah turun dari 11,3 persen menjadi 8,5 persen.Selain pengembangan bisnis, menurut Agus, pasca merger Bank Permata menjadi lebih efisien. Yakni terjadi efisiensi biaya, optimalisasi dan rekolasi cabang, efisiensi jumlah karyawan, dan optimalisasi informasi teknologi."Hal ini ditunjukkan dengan rasio biaya operasi per pendapatan operasi (BOPO) yang dapat terus ditekan dari 94,3 persen pada September 2003 menjadi 85,3 persen pada September 2004," tegas Agus.Total aset Bank Permata kini mencapai Rp 31,4 triliun. Ini meningkat dibanding periode sebelumnya yang hanya sebesar Rp 27,4 triliun. Sementara dana masyarakat yang dihimpun per akhir September 2004 mencapai Rp 25,6 triliun, meningkat dari periode sebelumnya sebesar Rp 23,4 triliun.
(gtp/)











































