Sementara, perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit naik 28% di tahun 2012 menjadi Rp 52,9 triliun.
"Target kredit perseroan dapat mencapai 20%-30% pada 2013. Penyaluran kredit terbesar masih untuk small medium enterprises ke depan," kata Direktur Utama Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja usai RUPST Perseroan, di Menara OCBC NISP, Jakarta, Rabu (3/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan pemberian kredit yang sangat selektif dan dengan prinsip kehati-hatian, kita berhasil menjaga rasio kredit bermasalah. NPL nya turun menjadi 0,9% di 2012 dari 1,3% di 2011," ujarnya.
Dia menambahkan, dengan pertumbuhan kredit tersebut, pihaknya mengharapkan dapat mencapai target pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20%-30% pada 2013. Sedangkan perseroan mencatatkan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 28% menjadi Rp 60,8 triliun pada 2012.
Selain itu, perseroan juga mengharapkan dapat menjaga rasio kecukupan modal sekitar 13% pada 2013.
"DPK tumbuh 28% pada 2012 terbesar di deposito. Casa turun dari 60% ke 50% masih rangking tiga dibandingkan kompetitor. Memang casa tumbuh lebih besar, pertumbuhan casa butuh waktu lebih juga tergantung segmen consumer," terangnya.
(dru/dru)











































