BI Sarankan Depkeu Terbitkan SPN Guna Biayai APBN 2005
Jumat, 08 Okt 2004 14:26 WIB
Jakarta - Bank Indonesia menyarankan kepada pemerintah segera menerbitkan surat perbendaharaan negara (SPN/T-bills) untuk mendanai APBN 2005 menyusul semakin melonjaknya harga minyak mentah dunia.Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjudin di Gedung Bank Indonesia, Jumat (8/10/2004) penerbitan SPN merupakan saah satu langkah yang bisa ditempuh pemerintah. SPN menurutnya sangat memungkinkan untuk membiayai APBN 2005 mengingat jangka waktunya yang pendek. "Jadi untuk APBN 2005 sumbernya bisa dengan menerbitkan SPN. Ini salah satu jalan dan dalam UU Keuangan Negara kan dikatakan pemerintah sudah bisa mulai menerbitkan pada tahun 2005," katanya.Jika pemerintah menerbitkan SPN pada tahun 2005 sesuai yang tercantum dalam UU tersebut diharapkan perekonomian bisa terdorong pasalnya SPN nantinya bisa menggantikan SBI. "Lama-lama SBI yang sekarang sudah mencapai Rp 140 triliun itu bisa dialihkan ke SPN dan itu sangat bagus untuk mendorong ekonomi kita," katanya.
(san/)











































