PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat jumlah kredit macet hingga akhir 2012 mencapai hingga Rp 26,664 triliun dengan jumlah debitur 1.540.749 orang. Secara jenis usaha, kredit macet terbesar berasal dari sektor perdagangan mencapai 51,16% dengan nilai Rp 7,4 triliun.
Direktur BRI Achmad Baiquni mengatakan, total kredit macet itu telah di-recovery sebesar Rp 10,134 triliun. Sementara sisanya tinggal Rp 14,530 triliun.
Komposisi kredit macet BRI per jenis usaha posisi Desember 2012 meliputi pertanian, pertambangan, perindustrian, listrik, air, dan gas, konstruksi, perdagangan, pengangkutan, jasa dunia usaha, dan jasa sosial masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kredit macet karena kegagalan panen dan harga tiba-tiba jatuh. Komposisi kredit terbanyak di mikro sebanyak Rp 5,3 triliun atau mencapai 36,58%," kata dia dalam paparannya kepada Komisi XI, di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (8/4/2013).
Saat ini, kata Achmad, dari total kredit macet, yang dikelola oleh BRI mencapai Rp 9,320 triliun. Sementara sisanya dikelola oleh pihak ketiga sebesar Rp 5,21 triliun.
Realisasi hapus tagih sampai Desember 2012 mencapai Rp 39,54 miliar. Sisa plafon hapus tagih tinggal Rp 424,46 miliar. (dru/dru)











































