"Ini baru dari sisi gadai saja," kata Jefri saat acara Workshop Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) 2013 dengan tema Untung Rugi Investasi Emas di Perbankan Syariah, di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (10/4/2013).
Dia menyebutkan, pertumbuhan investasi emas diprediksi akan terus naik hingga 100% setiap 2 tahun. "Makanya bank syariah mau ambil porsi yang tepat untuk terus meningkatkan potensi ini," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aset perbankan syariah sudah sampai Rp 205 triliun. Share-nya sudah 4,65 persen. Ini potensinya tinggi," kata Edy.
Edy menyebutkan, saat ini sebesar 94% pembiayaan syariah dan Dana Pihak Ketiga (DPK) berada di wilayah Jabodetabek sementara sisanya di luar Jakarta. Untuk itu, pihaknya perlu mendorong Bank Syariah bisa meluas ke luar Jakarta.
"Makanya kita ingin mendorong bisa ke luar Jakarta agar bisa lebih meluas. Untuk itu butuh sosialisasi dan edukasi. Kenaikan harga emas jauh lebih cepat daripada ongkos naik haji. Daripada nabung, lebih baik investasi emas," katanya.
BI sendiri sempat menegaskan tidak akan menaikan plafon gadai emas dari yang sudah ditentukan pada perbankan syariah saat ini sebesar Rp 250 juta.
(dru/dru)











































