PT Jamsostek (Persero) bekerjasama dengan bank di daerah untuk meningkatkan jumlah kepesertaan masyarakat. Untuk tahap pertama Jamsostek menjajaki kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu.
"Sinergi merupakan langkah strategis kami dengan Bank Bengkulu. Kami mengajak kerjasama untuk mengcover nasabah bank. Khususnya nasabah sektor industri dan UKM," ungkap Dirut Jamsostek Elvyn G Masassya di sela kunjungannya ke Bengkulu, Rabu (10/4/2013).
Bank Bengkulu, sambung Elvyn memiliki aset sekitar Rp 3,3 triliun, dan dimiliki oleh pemprov sebesar 37 % dan sisanya adalah kabupaten. Pada kesempatan yang sama, Dirut Bank Bengkulu Wimran Ismau menyambut baik kerjasama tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bagian lain, dalam rangka persiapan transformasi Jamsostek ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Direksi Jamsostek juga melakukan kunjungan kerja ke Kantor Provinsi Bengkulu. Elvyn menjelaskan pada tanggal 1 Januari 2014, PT Jamsostek (Persero) siap untuk bertansformasi ke BPJS Ketenagakerjaan.
Provinsi Bengkulu memiliki potensi tenaga kerja sekitar 200.000, namun yang aktif menjadi peserta Jamsostek sekitar 40.000. Masih ada 160.000 tenaga kerja yang belum masuk Jamsostek.
Pada bulan April 2013 ini, Cabang Jamsostek Bengkulu akan membuka 2 otlet/gerai di daerah Muko Muko dan Bengkulu Selatan. Dibukanya gerai tersebut untuk memudahkan pelayanan Jamsostek Bengkulu.
"Diharapkan tenaga kerja disini semua bisa ikut Jamsostek, mengingat Jamsostek merupakan Jaminan Sosial dasar yang sangat berguna bagi masyarakat khususnya Tenaga Kerja di Bengkulu," tutur Elvyn. (dru/ang)











































