BI Akan Beri Kesempatan Pemda Miliki Saham PT Askrindo

BI Akan Beri Kesempatan Pemda Miliki Saham PT Askrindo

- detikFinance
Senin, 11 Okt 2004 14:21 WIB
Jakarta - Pemerintah daerah dimungkinkan untuk memiliki 55 persen saham milik BI di PT Askrindo yang akan didivestasi. Namun status divestasi yang sudah mulai berjalan ini masih akan dibicarakan lagi dengan pemerintah baru.Hal ini disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dan Dirut PT Askrindo Jati L Mangunsong disela-sela penandatanganan nota kesepahaman sistem penjaminan kredit antara BI, Askrindo dan 4 pemerintahan propinsi di Gedung BI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (11/10/2004)."Askrindo adalah salah satu anak perusahaan yang sahamnya dimiliki BI dan sesuai ketentuan harus didivestasi. Divestasi tetap akan dilakukan. Tapi hal itu nantinya masih akan komunikasikan dengan pemerintah baru dan Pemda karena banyak pemda yang mengungkapkan niat dan keinginannya untuk membangun asuransi kredit di daerah masing-masing. Jadi ada percikan pemikiran baru kemungkinan Askrindo dimiliki oleh daerah," papar Burhan. Menurut Burhan, pelepasan saham BI di Askrindo ini tidak akan dilakukan secara obral namun lebih terarah agar memberi keuntungan bagi berbagai pihak dan juga ekonomi nasional karna asuransi kredit tetap harus ada untuk pengembangan. Sementara itu Dirut PT Askrindo Jati L Mangunsong mengungkapan, proses divestasi PT Askrindo saat ini tetap berjalan dimana tahapan yang sudah dilakukan adalah konsultasi, due dilligence dan penyelesaian masalah hukum. Jati berharap dalam proses divestasi, misi dan visi Askrindo tetap dipertahankan meski nantinya akan dimiliki oleh perusahaan swasta atau pemda. Dalam keterangan tertulisnya, Jati juga mengungkapkan bahwa untuk divestasi Askrindo, para pemegang saham yakni BI dan pemerintah yang memiliki 45 persen sama akan melakukan pembicaraan dengan DPR baru mengenai status divestasi dan privatisasi Askrindo. Hal ini dilakukan mengingat Askrindo masih diperlukan untuk membantu mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan terutama kredit kepada UMKM. "Manajeman sangat memahami dan menghormati kebijakan pemerintah dalam rencana privatisasi dan divestasi Askrindo untuk meningkatkan kinerja dan nilai tambah. Manajemen akan membantu sepenuhnya proses persiapan privatisasi dan divestasi ini dengan jalan membentuk tim dan counter part," tambah Jati. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads