Bank Bumiputera Akan Tingkatkan Saham Publik Hingga 30 %
Senin, 11 Okt 2004 15:26 WIB
Jakarta - PT Bank Bumiputera tbk akan meningkatkan kepemilikan publik hingga 30 persen dibandingkan saat ini yang hanya sebesar 1,02 persen. Untuk tahap awal, kepemilikan saham publik akan ditingkatkan sampai 10 persen terlebih dahulu.Demikian diungkapkan presdir Bumiputeras Winny E Hassan dalam paparan publik yang berlangsung di Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (11/10/2004).Seperti diketahui, saat IPO tahun 2002, kepemilikan publik di Bank Bumiputera mencapai 10 persen. Namun karena pemegang saham lain melakukan buy back, maka saham di publik terus berkurang. Menurut Winny, untuk meningkatkan kepemilikan saham publik tersebut bisa dilakukan dengan 2 opsi yakni melakukan penawaran umum kedua atau secondary offering atau melakukan right issue. "Untuk memenuhi syarat ketentuan sebegai perusahaan terbuka, kita akan meningkatkan kepemilikan saham publik sebesar 25-30 persen seperti yang diinginkan pemegang saham. Namun untuk tahap awal ditingkatkan dulu menjadi 10 persen," kata Winny.Saat ini manajemen Bank Bumiputera masih terus melakukan kajian dan diharapkan pada akhir tahun keputusan meningkatkan saham publik sudah bisa dilakukan. Komposisi pemegang saham Bank Bumiputera saat ini adalah Tun Daim Zainuddin sebesar 57,91 persen, AJB Bank Bumiputera 1912 sebesar 41,02 persen dan publik sebesar 1,02 persen. Diakui Winny, pemegang saham utama memiliki perhatian khusus untuk meningkatkan saham publik ini. Sementara pada saat IPO, salah satu pemegang saham sebelumnya yakni Danareksa memang hanya melepas 10 persen karena itu bagian dari strategi Danareksa agar jika menjual sahamnya kembali bisa mendapat harga yang lebih baik. Danareksa melepas sahamnya ke Tun Daim Zainuddin dengan harga Rp 185 per saham. Sedangkan saat ini harga saham Bank Bumiputera hanya di kisaran Rp 140-an per saham. Obligasi Rp 300 MiliarMengenai rencana penerbitan oligasi sebesar Rp 300 miliar, menurut Winny, saat ini masih dalam kajian oleh pemegang saham baru. Pasalnya, ada alternatif lain selain emisi obligasi subt debt yakni obligasi biasa atau melakukan right issue. Kebijakan itu diambil untuk meningkatkan modal Bank Bumiputera dan menaikkan likuiditas serta menjaga CAR minimal 12 persen dimana per Juni 2004 tercatat CAR Bank BUMIp 9,57 persen. DIharapkan opsi itu bisa dilakukan akhir tahun ini. "Maka itu kita sedang membicarakan lebih lanjut kepada penasehat keuangan PT Danareksa Securities," kata Winny.Winny juga menjelaskan, selain mengandalkan pendapatan dari kredit atau pertumbuhan organik, perseroan akan berupaya memperbesar aset dengan cara melakukan akuisisi. Hal ini telah menjadi komitmen dengan para pemegang saham baru dimana mereka bersedia menyuntik modal untuk memperbesar Bank Bumiputera. "Jadi kalaupun kita akan melakukan akuisisi, itu dananya dari pemegang saham," tandas Winny.
(qom/)











































