Laba Bank DKI Lompat 33%, Jokowi Tambah Modal Rp 450 Miliar

Triwulan I-2013

Laba Bank DKI Lompat 33%, Jokowi Tambah Modal Rp 450 Miliar

Herdaru Purnomo - detikFinance
Senin, 29 Apr 2013 15:10 WIB
Laba Bank DKI Lompat 33%, Jokowi Tambah Modal Rp 450 Miliar
Jakarta -

PT Bank DKI mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 33,44% dengan realisasi sebesar Rp 211,56 miliar di triwulan I-2013 atau meningkat dari Rp 158 miliar di triwulan I-2012. Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan penyaluran kredit perseroan yang mencapai Rp 15,09 triliun atau tumbuh 12,85% dari periode triwulan I tahun 2012 lalu.

Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono mengatakan, pertumbuhan laba dan kredit diikuti oleh peningkatan total aset per Maret 2013 mencapai Rp 24,54 triliun atau meningkat sebesar 12,13%. Sementara perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 19,78 triliun, tumbuh 16,28%.

Kinerja Bank DKI yang konsisten, menurut Eko merupakan bukti keseriusan bahwa Bank DKI memang layak mendapatkan tambahan modal dari Pemprov DKI Jakarta. April 2013 ini, Pemprov DKI sudah merealisasikan penyertaan modal pemerintah (PMP) sebesar Rp 450 Miliar. Dengan adanya tambahan penyertaan modal tersebut, modal disetor Bank DKI naik menjadi Rp 1,58 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penguatan struktur modal Bank DKI menjadi pijakan dasar yang baik bagi Bank DKI untuk melanjutkan ekspansi Bank DKI," ujar Eko dalam siaran persnya, Senin (29/4/2013).

Rasio keuangan Bank DKI juga menunjukkan peningkatan diantaranya NPL Nett yang membaik dari periode yang sama sebelumnya. NPL Nett per Maret 2013 berada pada posisi 2,30%, membaik dari posisi 3,17% di Maret 2012. ROA meningkat dari posisi 3,03% pada posisi Maret 2012 menjadi 3,44% per Maret 2013. NIM meningkat dari 5,50% pada posisi Maret 2012 menjadi 5,84% per Maret 2013. LDR meningkat 65,53% per Maret 2012 menjadi 75,65% per Maret 2013. CAR juga mengalami peningkatan dari 12,09% per Maret 2012 menjadi 12,83% per Maret 2013.

Bank DKI di 2013 ini memang terus merencanakan ekspansi jaringan sebanyak 50 kantor, utamanya dibeberapa kota besar dan penguatan daya saing Bank DKI di Jabodetabek.

Beberapa waktu kemarin, Bank DKI menambah jaringan kantor di Surakarta dan Bandung. Jumlah jaringan kantor Bank DKI per April 2013 mencapai 204 jaringan kantor yang terdiri dari 21 kantor cabang konvensional, 2 cabang syariah, 38 cabang pembantu konvensional, 8 cabang pembantu syariah, 105 kantor kas konvensional dan kantor kas syariah, 31 payment point berikut dengan 4 samsat drive thru.

"Dalam waktu dekat Bank DKI merencanakan untuk membuka kantor layanan setingkat kantor Cabang di Depok dan Bumi Serpong Damai serta di beberapa kota besar seperti di Pekan Baru, Palembang dan Makassar," tutur Eko.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merencanakan melakukan penambahan modal Rp 1 triliun. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan dari kinerja Bank DKI yang tumbuh secara konsisten serta visi dan misi Bank DKI yang telah dicanangkan, Pemprov DKI Jakarta terus menunjukkan konsistensi dukungan terhadap Bank DKI, terutama dalam penguatan permodalan.

Penambahan penyertaan modal Pemprov DKI menguatkan langkah Bank DKI untuk melakukan ekspansi dimana Bank DKI memang membutuhkan modal untuk ekspansi. Tercatat, di 2012 Pemprov menambah modal Rp 500 miliar mampu mendongkrak posisi CAR Bank DKI berada pada posisi 12,30% dari posisi CAR 2011 yang berada pada posisi 9,57%.

Pada April 2013, Pemprov kembali menambah modal sebesar Rp 450 miliar yang kembali menaikkan posisi CAR Bank DKI per April 2013 pada posisi 15,38%.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads