"Karena kalau teman-teman kita dari Bali banyak sekali namanya pakai Ketut. Sehingga pada prakteknya kita minta nama ibunya," ungkap Darmin di Gedung Kemendagri, Jakarta, Senin (6/5/2013).
Siasatnya, menurut Darmin banyak yang berpura-pura lupa nama ibunya atau menyebutkan hanya nama 'mama'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin menyebutkan saat ini satu nasabah bisa membuat 30 rekening. Ini menurutnya tidak boleh dibiarkan demi menjaga transaksi keuangan yang bersih.
Untuk itu, Ia menuturkan BI akan bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam pemanfaatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).
"Supaya kita tahu setiap transaksi keuangan di negeri ini," pungkasnya.
(dru/dru)











































