Dalam siaran pers yang disampaikan Direktur Eksekutif Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Budianto, Selasa (14/5/2013), nilai tukar rupiah secara point to point hanya melemah sebesar 0,05% (mtm) mencapai Rp 9.723 per dolar AS dengan volatilitas yang masih terjaga.
Permintaan valas yang mengalami peningkatan dapat diimbangi oleh meningkatnya pasokan valas nonresiden yang didukung oleh persepsi positif terhadap ekonomi Indonesia paska penerbitan global bond Pemerintah RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian serta melanjutkan langkah-langkah pendalaman pasar valuta asing.
Sementara itu, di sisi eksternal, keseimbangan eksternal dalam perekonomian mengalami perbaikan sebagaimana yang diharapkan. Defisit transaksi berjalan pada triwulan I-2013 tercatat sebesar 2,4% terhadap PDB, turun dari 3,5% terhadap PDB pada triwulan sebelumnya. Perbaikan defisit transaksi berjalan disebabkan oleh membaiknya kinerja neraca perdagangan yang didorong oleh penurunan impor yang cukup tajam, khususnya barang-barang konsumsi, sementara beberapa komoditas ekspor nonmigas tetap tumbuh positif.
Cadangan devisa pada akhir April 2013 meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi sebesar US$ 107,3 miliar atau setara dengan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, di atas standar kecukupan internasional.
(dru/ang)











































