Cerita Si Bos Soal 'Akurnya' BCA dengan BRI, Mandiri, dan BNI

Cerita Si Bos Soal 'Akurnya' BCA dengan BRI, Mandiri, dan BNI

- detikFinance
Rabu, 15 Mei 2013 16:28 WIB
Cerita Si Bos Soal Akurnya BCA dengan BRI, Mandiri, dan BNI
Jakarta -

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaadmadja bercerita tentang interkoneksi jaringan ATM ke bank-bank besar lainnya. Setelah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan Bank Mandiri, akhirnya BCA tersambung dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sehingga nasabah bisa saling bertransaksi. Apa alasannya?

Jahja menceritakan, pada awalnya bank-bank besar memang berlomba-lomba untuk investasi besar-besaran dalam masalah jaringan terutama ATM. Sehingga beberapa tahun lalu, antar bank masih mempunyai ego masing-masing.

"Bank saling bersaing menyediakan ATM sebanyak-banyaknya sehingga interkoneksi memang susah diwujudkan," kata Jahja dalam sebuah temu editor media di Kantornya, Menara BCA, Jakarta, Rabu (15/5/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BCA sendiri sambung Jahja, mampu membangun jaringan dan memiliki ATM hingga 12.000 lebih. "Dan mengukuhkan BCA sebagai transaksional bank dengan menyediakan pelayanan maksimal ke para nasabahnya," tutur Jahja.

Namun belakangan, jaringan antar bank yang sudah kian menjamur dan meluas membuat bank-bank duduk bersama kembali membicarakan interkoneksi.

"Dan menurut saya logis juga. Antar bank-bank besar bisa saling terhubunga. Sekarang bukan lagi soal ego masing-masing bank tapi bagaimana melayani nasabah dengan maksimal," terangnya.

Pada awalnya, BCA memang membuka hubungan interkoneksi jaringan dengan BRI. Kemudian, BCA terhubung dengan Mandiri. "Pada akhirnya kemarin BNI yang bergabung dengan BCA dalam jaringan Prima. Hal ini awalnya alot Pak Gatot (Dirut BNI) nggak mau. Tapi akhirnya mau," papar Jahja.

Tetapi, Jahja mengingatkan kepada bank-bank lain yang 'hanya' menumpang jaringannya. BCA, sambung Jahja siap membebankan biaya alias fee yang cukup besar jika hanya menumpang tanpa membangun ATM sendiri.

"Jadi ada bank katakanlah bank asing yang hanya bisanya menumpang jaringan tanpa mendirikan ATM. Ini yang kita bebankan fee yang cukup besar," tutup Jahja.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads