Namun kalangan pengusaha muda pesimis Indonesia bisa bersaing dengan negara lainnya. Pasalnya banyak sektor usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia yang belum mendapatkan akses bantuan permodalan dari pemerintah.
"Saya melihat laporan Bank Indonesia dimana 60 hingga 70% sektor UKM kita belum mendapatkan akses permodalan. Ini tantangan kita bagaimana sektor UKM kita bisa mendapatkan akses permodalan sehingga ada dukungan mengembangkan usaha saat pasar bebas ASEAN 2015," ungkap Ketua BPD HIPMI Jaya Andika Anindya Wiguna saat memberikan sambutan seminar kewirausahawan di Gedung Smesco Jakarta, Rabu (29/05/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah sudah melakukan banyak kebijakan seperti memfasilitasi UKM melalui KUR (kredit usaha rakyat). Tahun 2013 setidaknya kita mempunyai target penyaluran KUR sebesar Rp 35 triliun. Namun penyerapan KUR sampai bulan Mei 2013 saja sudah Rp 15 triliun," tuturnya.
Ia menambahkan penyaluran KUR kepada sektor UKM di Indonesia selalu melebihi target yang ditetapkan. Tahun 2012 saja penyaluran KUR mencapai Rp 33,5 triliun jauh lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar Rp 30 triliun.
"Penyaluran KUR selalu melampaui target. Tahun 2012 penyaluran KUR itu sebesar Rp 33,5 triliun dari target Rp 30 triliun. Memang apabila dibandingkan dengan negara lain, bunga bank kita jauh lebih tinggi. Namun kita sudah menurunkan hingga 0,95% per bulan," katanya.
(wij/dru)











































