Ini Dia Proses Panjang Menghasilkan Uang Siap Pakai

Pabrik Uang di Karawang

Ini Dia Proses Panjang Menghasilkan Uang Siap Pakai

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 30 Mei 2013 11:22 WIB
Ini Dia Proses Panjang Menghasilkan Uang Siap Pakai
Jakarta - Untuk menghasilkan uang kertas siap pakai diperlukan proses yang cukup panjang. Setidaknya ada sekitar 9 proses yang harus dilalui untuk memproduksi lembaran kertas menjadi uang siap pakai.

Kepala Departemen Uang Kertas Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) Nur Eko Djoko menuturkan, tahap pertama untuk menghasilkan mata uang jenis baru diperlukan sebuah plat desain.

Dengan desain uang baru, diperlukan pencetakan plat secara manual. Dibutuhkan keahlian minimal 10 tahun di bidang desain agar bisa mengukir plat yang menyerupai desain uang. Kemudian plat manual itu dicetak secara massal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Model dibuatkan desain pra cetak kemudian diperbanyak,” ucap Nur di Pabrik Peruri, Karawang Jawa Barat, Rabu (29/5/2013).

Selanjutnya, lembaran bahan baku kertas uang yang diberikan Bank Indonesia (BI) dimasukkan ke dalam mesin percetakan. Desain kertas akan berbetuk seperti plat yang telah dibuat. Proses ini sendiri, masuk ke dalam kategori cetak rata.

Proses berikutnya, lembaran kertas uang dibawa ke ruang Intaglio Printing. Di tempat ini, lembaran
kertas yang telah disablon kemudian melalui proses tahap cetak dalam. Pada proses ini, lembaran kertas uang berubah menjadi kasar pada bagian tertentu.

“Untuk uang di atas Rp 10.000 akan di cetak 2 sisi untuk proses cetak intaglio,” tambahnya.

Setelah tahap cetak dalam, lembaran uang dimasukkan ke dalam ruangan penyimpanan untuk proses pengeringan. Selanjutnya dari ruang penyimpanan, lembaran uang harus melalui proses pemeriksaan lembar besar. Tahap ini, semua lembaran uang diperiksa secara manual oleh ratusan pegawai.

“Nanti yang rusak dikumpulkan dan ditandai,” sebutnya.

Proses keenam adalah pemberian nomer seri dan invisible water ultra violet (uv) untuk setiap uang. Hal ini bagian dari fasilitas keamanan uang produksi Peruri. Tahap berikutnya adalah penyelesaian mekanis yakni uang dipotong dan dibungkus secara otomatis.

Selain itu, ada juga proses non otomatis dengan pemeriksaan lembar kecil uang secara manual. Pada proses ini, uang yang rusak kemudian dibolongi agar tidak disalahgunakan.

Hasil akhir, semua uang dikemas dan siap diambil oleh BI. Nur menjelaskan, uang rusak dan sisa produksi bahan baku kertas uang kemudian juga dikembalikan kepada BI. Hal ini telah diatur khusus dalam peraturan. Peruri hanya bertugas mencetak uang dari kertas yang diberikan oleh BI.

“Yang rusak diserahkan ke BI. Kita terima 1.000 lebar kertas. Dikembalikan hasilnya, yang baik dan rusak ke BI. Yang rusak paling 1% hingga 2% dari produksi,” tegasnya.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads