Pemerintah AS kembali menerapkan sanksi baru kepada Iran. Kali ini yang disasar adalah melemahkan nilai tukar rial Iran. Sanksi ini diberikan AS karena Iran mengembangkan program nuklir.
Bentuk sanksi yang dilakukan AS adalah dengan mendenda siapapun yang memfasilitasi transaksi dalam bentuk rial, atau siapapun yang menyimpan uang rial dalam jumlah besar di luar Iran.
Seorang pejabat di pemerintahan AS mengatakan, sanksi ini dilakukan untuk membuat rial anjlok dan terus melemah makin dalam. Ini merupakan yang pertama kalinya AS secara langsung menyasar mata uang Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa tahun belakangan ini, mata uang Iran secara signifikan jatuh terhadap dolar AS, ini karena sejumlah sanksi yang menimpa sektor-sektor kunci di Iran oleh AS.
Sanksi ini, menurut BBC, adalah sanksi kesembilan yang diberikan oleh pemerintahan Barack Obama kepada Iran. Sebelumnya AS menyatakan akan memberi sanksi kepada siapa saja yang berani membeli minyak dari Iran. Terakhir, AS memberikan sanksi kepada Ferland Co yang berbasis di Siprus dan Ukraina karena membantu perusahaan tanker Iran.
Selain itu, AS juga melarang adanya pengiriman laptop, telepon selular, dan beberapa produk lain ke Iran. AS juga mengenakan sanksi baru kepada industri petrokimia Iran. Ini dilakukan AS untuk memangkas penghasilan Iran, setelah sebelumnya melakukan sanksi larangan ekspor minyak Iran.
Belum lagi sanksi ke sektor otomotif Iran, AS melarang penjualan barang-barang atau jasa untuk industri otomotif di Iran.
(dnl/dru)











































