Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaadmadja mengatakan, memang bunga kredit tidak serta merta langsung naik begitu BI Rate dinaikkan. Namun jika ke depan permintaan kredit makin besar, bunga kredit akan naik mengikuti kenaikan BI Rate.
"Saya perkirakan mungkin tidak besar, bisa setengah persen atau satu persen," kata Jahja ditemui usai menghadiri pertemuan puncak Pemimpin Redaksi se-Indonesia 2013 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Kamis (13/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, perkiraan inflasi akan naik karena beberapa hal, salah satu pemicunya adalah kenaikan harga BBM subsidi bulan ini. Belum lagi akan ada puasa dan lebaran yang bakal mem buat inflasi bakal melaju hingga 7% di tahun ini menurut Bank Indonesia (BI).
Untuk kredit sektor properti atau kredit kepemilikan rumah (KPR), Jahja mengatakan sudah pasti akan ada kenaikan bunga KPR. Di samping akibat naiknya BI Rate, kenaikan bunga KPR juga akan terjadi karena harga rumah sudah naik terlalu tinggi.
"Terus terang ini (bunga KPR) perlu ada penyesuaian. Saya kita nggak bisa kita obral KPR murah terus. Artinya tidak sejalan dengan mekanisme pasar, mungkin ke depan harus sedikit menyesuaikan. Paling 1%," ungkap Jahja.
(dnl/dru)











































