BI Belum Lakukan Fit & Propertest Konsorsium SCB-Astra

BI Belum Lakukan Fit & Propertest Konsorsium SCB-Astra

- detikFinance
Rabu, 20 Okt 2004 14:49 WIB
Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom mengungkapkan sejauh ini Bank Indonesia belum melakukan fit and propertest terhadap konsorsium Stanchart dan Astra Internasional terkait pembelian 51 persen saham Bank Permata.Miranda Goeltom mengungkapkan hal itu disela-sela pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menjadi presiden dan wakil presiden periode 2004-2009 di di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/10/2004).Belum dilakukannya fit and propertest atas konsorsium tersebut menurut Miranda karena masih ada satu sampai dua dokumen yang belum diserahkan kepada Bank Indonesia. "Jadi setelah diserahkan akan dilakukan fit and propertest. Beberapa minggu lagi baru akan selesai," katanya.Sementara itu, Dirut PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Muhammad Syahrial optimis fit and propertest atas konsorsiuam SCB dan Astra bisa diselesaikan akhir bulan ini sehingga pada 11 November 2004 pemerintah sudah bisa menerima uang cash dari pembelian 51 persen saham Bank Permata yang jumlahnya mencapai Rp 2,77 triliun.Sebelum penutupan transksi itu maka pada tanggal 2 November 2004 akan dilaksanakan RUPSLB yang kemungkinan akan mengubah susunan pengurus Bank Permata. Mengenai komposisinya sejauh ini belum diformulasikan. Diperkiakan 5 banding 4, dimana 5 pengurus dari konsorsium SCB-Astra dan 4 sisanya dari pemerintah.Terkait dengan 20 persen sisa saham Bank Permata, kemungkinan juga akan dilepas ke konsorsium SCB-Astra mengingat pemerintah akan menunjuk konsorsium itu sebagai standby buyer karena dikhawatirkan saham Bank Permata kurang diminati sehingga harganya kurang tinggi jika dilepas lewat market placement. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads