IHSG Terkoreksi, Nasabah Asuransi Tak Perlu Panik

IHSG Terkoreksi, Nasabah Asuransi Tak Perlu Panik

- detikFinance
Minggu, 23 Jun 2013 15:42 WIB
IHSG Terkoreksi, Nasabah Asuransi Tak Perlu Panik
Jakarta - Investor belakangan 'dihantui' ketidakpastian karena anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selama sepekan, IHSG melemah sekitar 5,14% dari penutupan perdagangan saham pada Jumat (14/6/2013) di level 4.760,74 ke level 4.515,37 pada perdagangan saham Jumat (21/6/2013).

Bagaimana nasabah unit link asuransi? Unit link merupakan salah satu yang terimbas koreksi dan ketidakpastian IHSG akhir-akhir ini. Hal tersebut diakui Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia Edy Tuhirman.

Menurut dia, secara umum naik dan turunnya IHSG akan mempengaruhi kinerja unit link yang merupakan produk asuransi dengan basis investasi pada pasar modal yang di dalamnya juga terdapat jenis dana investasi berbasis saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lanjutnya, bagi nasabah unit link Generali penurunan IHSG ini hanya berdampak sementara atau dalam jangka pendek karena portofolio nasabah diamankan melalui sistem Auto Risks Management System (ARMS).

Dengan sistem ARMS, setiap nasabah memiliki keleluasaan untuk mengatur sendiri konfigurasi aset investasinya sesuai dengan profil risiko yang dimiliki, sekaligus menentukan sendiri parameter yang diperlukan.

"Sistem ini secara otomatis membantu menjaga risiko investasi agar tidak melebihi batas toleransi. Dan kinerja investasi keseluruhan relatif terjaga ketika nilai unit naik atau turun," kata Edy dalam siaran persnya, Minggu (23/6/2013).

Oleh karenanya, Edy mengatakan nasabah unit link Generali tidak perlu panik atas fluktuasi IHSG yang akhir-akhir masih berpotensi untuk terkoreksi.

"Sistem ARMS ini akan memudahkan investor dalam mengelola risiko investasi dengan memonitor pergerakan nilai asset investasi dan jenis dana investasi yang dimilikinya setiap hari. ARMS memadukan berbagai metode manajemen risiko yang dijalankan secara otomatis," lanjutnya.

Teknologi ARMS Generali juga mampu memindahkan instrumen portofolio scara otomatif. Portofolio nasabah di unit link yang ditempatka pada investasi berbasis saham dan/atau obligasi secara otomatis akan dipindahkan ke unit link dengan jenis dana investasi berbasis pasar uang ketika pasar bergerak jatuh.

"Ketika fitur cut loss terpicu dimana terjadi penarikan besar-besaran maka secara otomatis dana pada penempatan berbasis saham dan/atau obligasi secara otomatis akan dipindahkan ke pasar uang sehingga terhindar dari risiko kerugian drastic akibat penurunan bursa saham dan/atau obligasi yang lebih dalam," ujar Edy.

(dru/nia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads