Investor dari Pulau Mauritius Ngaku Siap Beli Bank Mutiara

Investor dari Pulau Mauritius Ngaku Siap Beli Bank Mutiara

Herdaru Purnomo - detikFinance
Senin, 24 Jun 2013 17:32 WIB
Investor dari Pulau Mauritius Ngaku Siap Beli Bank Mutiara
Jakarta -

Investor keuangan dari Pulau Mauritius, Weston International Capital Limited (WICL) berencana membeli PT Bank Mutiara Tbk (eks Bank Century). Investor yang juga mempunyai kantor pusat di Luxemburg, Jerman ini mengaku telah masuk ke proses penawaran Bank Mutiara melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Seperti dikutip dari siaran persnya, Senin (24/6/2013), WICL telah melakukan penawaran sebesar Rp 6,7 triliun melalui Danareksa Sekuritas yang ditunjuk LPS dalam proses divestasi saham.

"Meskipun harganya tidak sesuai dengan harga sebenarnya, kita memutuskan untuk masuk proses penawaran," ungkap juru bicara WICL.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencananya, melalui Bank Mutiara, WICL siap membangun sebuah lembaga keuangan mikro yang berbasis bank syariah.

"Kita masih memiliki kekhawatiran besar bahwa dalam audit Laporan Keuangan dari PT Bank Mutiara TBK tidak mencerminkan yang laporan yang sebenarnya," jelas WICL.

"Oleh karena itu, kami percaya bahwa tahap lelang ini adalah murni untuk tujuan politik tidak untuk benar-benar menemukan pembeli bagi bank. Masuk akal bagi kita untuk memulai niat untuk memenuhi syarat untuk membeli Bank," imbuh WICL dengan 'pedenya'.

Email yang disampaikan oleh John R. Liegey selaku Chairman & CEO juga mengungkapkan keraguannya kepada manajemen yang sukses mengurus kredit macet yang mencapai Rp 5 triliun.

"WICL tahu lebih banyak tentang kondisi keuangan sebenarnya dari bank ini daripada penawar lainnya. Karena itu merupakan kesempatan terbaik bagi LPS untuk menemukan pembeli yang memenuhi syarat," terangnya.

Sebelumnya, ada juga investor yang gembar-gembor siap beli bank Mutiara. Adalah perusahaan equity fund, Yawadwipa Companies yang membuat heboh karena mengumumkan rencananya membeli Bank Mutiara pada harga mahal Rp 6,7 triliun. Niat Yawadwipa itu mendapatkan banyak respons miring karena baru berdiri pada 9 Januari 2012, namun sudah berani koar-koar membeli Bank Mutiara pada harga mahal.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads