Direktur Mikro dan Retail Banking Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan layanan ini sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh kartu kredit. Namun ketika bisa dilakukan dengan debit, Ia tidak takut kehilangan nasabah kartu kredit.
"Nggak (takut) lah, pasar nya (kartu kredit) luas kok. Jadi akan tetap tumbuh," ungkapnya dalam temu wartawan di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau misalnya gunakan debit itu kan saldonya kepotong. Kalau kredit kan ngutang karena bayar di akhir. Jadi terserah nasabah mau pilih yang mana," ujarnya.
Selanjutnya adalah kartu kredit bisa dimiliki setelah melengkapi berbagai syarat. Akan tetapi debit bisa langsung dimiliki dengan membawa setoran pertama.
"Itu kalau kartu kredit kan banyak syarat, alamat, slip gaji kalau karyawan, jadi kan nggak semua bisa dapat. Kalau debit datang bawa setoran pertama Rp 500 ribu, anda dapat kartu debit. Itu bedanya dan semua itu butuhnya," pungkasnya.
Hery menyebutkan nasabah debit saat ini adalah sebesar 10,5 juta dan kredit sebesar 2,8 juta. Ia berharap transaksi dari dua kartu dapat terus meningkat.
"Kartu kredit itu 2,8 juta. Debit 10,5 juta. Jadi 13 juta. Kombinasi dua kartu ini, lebih memudahkan nasabah untuk bertransaksi di toko online," sebut Hery.
(dru/dru)