Antrean pertama adalah masyarakat yang menukarkan uang dengan jumlah banyak, dan biasanya untuk menjual kembali uang receh yang dimilikinya.
"Jadi ini yang menukarnya banyak. Itu biasanya lebih dari sekali. Tapi tidak masalah. Kalau yang ini mau tukar dua kali tiga kali silakan. Asal antrenya tertib, nggak tertib, jewer," kata staf BI Faisal kepada detikFinance di lapangan parkir Monas, Jakarta, Kamis (18/7/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian untuk antrean kedua adalah kelompok masyarakat yang menukarkan uang dengan jumlah sedikit. Ini biasanya digunakan untuk keperluan pribadi. Profesinya pun dikhususkan, yaitu pegawai negeri sipil (PNS), karyawan swasta, dan pedagang.
"Misalnya di sana (antrean kedua) ada orang pemda terus karyawan swasta juga. Kan mereka tukar uangnya tidak banyak. Jadi antrean untuk yang buru-buru," sebutnya.
Antrean kedua disediakan 5 mobil. Di mana terdiri dari Bank CIMB Niaga, Bank Internasional Indonesia (BII), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mega, dan BI. "Ada 4 mobil yang cover untuk sebelah sini, dan sisanya untuk sebelahnya," ucap Faisal.
Untuk membedakannya, BI hanya perlu menanyakan kepada si penukar uang. Di antaranya jumlah uang yang akan ditukar, penggunaan dan status pekerjaan.
(dnl/dnl)











































