Tambah Likuiditas, BI Raup US$ 600 Juta dari Lelang Swap Valas

Tambah Likuiditas, BI Raup US$ 600 Juta dari Lelang Swap Valas

- detikFinance
Kamis, 18 Jul 2013 16:46 WIB
Tambah Likuiditas, BI Raup US$ 600 Juta dari Lelang Swap Valas
Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah melaksanakan lelang swap valas alias FX Swap untuk pertama kalinya. Bank sentral menawarkan target lelang FX Swap sebesar US$ 500 juta dengan tenor 1, 3, dan 6 bulan.

Jumlah penawaran yang masuk sebesar US$ 1.240 juta, atau jauh melebihi target yang ditetapkan (oversubscribed). Dari jumlah penawaran tersebut, jumlah FX Swap yang dimenangkan sebesar US$ 600 juta.

"Hal ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan pasar terhadap kondisi likuiditas di pasar domestik, khususnya likuiditas valas," ungkap Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo dalam siaran persnya, Kamis (18/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lelang FX Swap merupakan bagian dari penguatan bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, dan memiliki tiga tujuan," imbuh Perry.

Pertama, lelang FX swap merupakan bagian penguatan operasi moneter Bank Indonesia untuk pengelolaan likuiditas valas dan rupiah di pasar. Kedua, lelang FX swap dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai (hedging) bagi investor maupun pengusaha terhadap risiko pergerakan nilai tukar Rupiah atas kebutuhan likuiditas valas dan rupiahnya.

Ketiga, lelang FX Swap ini merupakan salah satu upaya Bank Indonesia dalam mendorong pendalaman pasar melalui pembentukan harga yang lebih efisien dan transparan, serta pengayaan instrumen, sehingga pelaku pasar tidak hanya bergantung pada instrumen cash market dalam pengelolaan likuiditasnya.

BI meyakini berbagai langkah penguatan bauran kebijakan yang ditempuhnya akan semakin memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, pengendalian inflasi, maupun stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

Kenaikan suku bunga BI Rate maupun deposit facility yang telah ditempuh diyakini telah cukup untuk memitigasi dampak temporer kenaikan harga BBM terhadap inflasi sehingga diprakirakan inflasi akan kembali normal mulai September 2013.

"Nilai tukar Rupiah dewasa ini juga telah menggambarkan kondisi pasar dan fundamental perekonomian," tuturnya.

Demikian pula, penyesuaian yield SBN yang telah terjadi baik di pasar primer maupun sekunder juga telah cukup tinggi. Sangat menariknya imbal hasil ini dan semakin menguatnya kepercayaan pasar merupakan momentum bagi investor untuk kembali melakukan pembelian aset keuangan di pasar domestik.

Dalam mengantisipasi akan semakin besarnya aliran modal portofolio investasi ke Indonesia, ke depan Bank Indonesia akan melakukan lelang swap secara regular. Hal ini dimaksudkan agar FX Swap semakin dapat digunakan sebagai instrumen lindung nilai bagi investor dan semakin memperdalam pasar keuangan di Indonesia.
(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads