Menkeu Perkirakan Defisit APBN 2004 Tetap 1,3 Persen
Selasa, 26 Okt 2004 14:20 WIB
Jakarta - Menkeu Yusuf Anwar menyatakan, hingga akhir tahun 2004 defisit anggaran diperkirakan tetap di posisi 1,3%. Sejauh ini, sejumlah kekurangan anggaran masih bisa dikompensansi."Saya kira tidak akan meleset. Jadi, semua yang ada di tahun 2004 workable dan very much in control," kata Menkeu Yusuf Anwar usai rapat bidang perekonomian di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa, (26/10/2004).Dia menjelaskan, pada tahun 2004 ini pemerintah sudah melakukan sejumlah langkah pengamanan implementasi APBNP 2004, diantaranya anggaran untuk pembentukan tiga departemen baru yang dibentuk pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sudah disiapkan dengan mengambilnya dari pengeluaran rutin.Sementara mengenai adanya kekurangan setoran privatisasi BUMN, menurut dia, bisa dikompensasi dari tambahan penerimaan PT PPA.Pemerintah, lanjut dia, dalam melaksanakan APBN selalu berpatokan pada dua isu utama. Pertama, bagaimana mempertahankan disiplin anggaran, dan kedua, fiskal manajemen yang prudent. Selain itu, pemerintah juga akan mengusahan tren defisit yang terus turun dan tren pertumbuhan yang terus naik. Review APBNSementara itu dalam rakor bidang perekonomian yang berlangsung untuk pertama kalinya, menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, setidaknya dibahas tiga isu utama, yakni mengenai review APBN, program 100 hari kabinet Indonesia bersatu serta langkah-langkah persiapan menjelang hari-hari besar, khususnya lebaran.Khusus mengenai review APBN, Ical menegaskan, review belum berarti akan ada revisi. Yang jelas, pemerintah tengah meng-excercise sejumlah angka yang diharapkan bisa selesai reviewnya pada 15 Nopember.Beberapa skenario harga yang akan disesuaikan terutama terkait dengan perkembangan harga minyak internasional yang diperkirakan masih akan berfluktuasi pada tahun 2005.Mengenai program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu, ia menjelaskan, program tersebut masih menunggu masukan dari berbagai kementerian yang selanjutnya akan dilaporkan kepada Wapres Yusuf Kalla yang selanjutnya akan difinalisasi dalam siskab, Kamis nanti.Mengenai antisipasi lebaran, Ical menjelaskan, berdasarkan laporan dari Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, harga dan stok barang masih stabil dan tidak bergejolak.Diakui sejak September-Oktober, kecenderungan kenaikan harga sangat kecil, di mana kenaikan tertinggi hanya pada komoditas minyak goreng yakni sekitar 3%. Sementara komoditas lainnya naik namun masih di bawah 3%. Bahkan untuk beras kecenderngan harganya justru turun.
(mi/)











































