Demikian disampaikan Direktur Utama BNI Gatot Suwondo di kantornya, Jalan Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (25/7/2013).
"Pencapaian itu berhasil diperoleh meskipun terdapat tantangan ekonomi pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tekanan inflasi, masalah defisit neraca perdagangan yang masih berkelanjutan, hingga arus modal keluar yang menekan nilai tukar rupiah," papar Gatot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua sumber pendapatan itu menciptakan pendapatan operasi BNI menjadi sebesar Rp 13,45 triliun atau melonjak 22,7 persen lebih tinggi dibanding semester I 2012.
"Peningkatan pendapatan operasi kami merupakan buah dari upaya BNI untuk terus meningkatkan ekspansi kredit yang fokus pada para pelaku usaha di 8 sektor unggulan yang mencapai 70 persen dari total portofolio kredit BNI. Ekspansi itu kami imbangi dengan memperkuat kajian risiko karena kami fokus pada pertumbuhan aset yang berkualitas," ujar Gatot.
Loan to Deposit Ratio (LDR) meningkat dari 74 persen pada semester I 2012 menjadi 84 persen pada semester I 2013. Peningkatan kredit ini didominasi oleh kredit dalam mata uang rupiah.
"BNI tetap mengutamakan kucuran kredit di dalam negeri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tanah air. Peningkatan kredit ini menunjukkan fungsi BNI sebagai intermediary semakin baik," tambah Gatot.
Dukungan BNI pada perekonomian nasional melalui aliran kredit mulai menampakkan hasil, antara lain adanya debitur BNI yang telah naik kelas dari nasabah medium menjadi nasabah korporasi.
"Ada 116 nasabah medium BNI yang dinaikkan kelas ke nasabah penerima kredit korporasi dengan nilai total sebesar Rp 10,3 triliun," sebut Gatot.
Ekspansi kredit BNI tersebut ditopang oleh pertumbuhan Daba Pihak Ketiga yang mencapai 8,7 persen dari Rp 242,72 triliun menjadi Rp 263,82 triliun pada semester I 2013.
"BNI terus fokus pada upaya menghimpun dana murah," tandas Gatot.
BNI mencatat gross NPL semakin membaik dari 3,4 persen menjadi 2,6 persen. Gatot menambahkan pencadangan pun tetap dijaga di atas 120 persen.
BNI, lanjut Gatot, membukukan Net Interest Margin (NIM) yang meningkat dari 5,8 persen pada semester I 2012 menjadi 6,2 persen pada semester I 2013.
Kenaikan NIM tersebut membantu BNI menekan Cost to Income Ratio (CIR) dari 45,8 persen pada semester I 2012 menjadi 43,6 persen per semester I 2013.
(nia/dru)











































