"Penukaran uang tak resmi (pinggir jalan) sering disisipi uang palsu, lebih baik masyarakat jika membutuhkan uang pecahan kecil langsung menukarkan di perbankan," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Rahmat Hernowo, Jumat (26/7/2013).
Tempat-tempat penukaran uang dipinggir jalan cukup berbahaya. Selain keamanannya, Rahmat mensinyalir terdapat modus operandi peredaran uang palsu dengan menyisipkan uang diantara uang-uang asli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah transaksi tersebut diperoleh dari data penukaran hingga tanggal 25 juli 2013.
"Animo masyarakat dalam penukaran uang untuk kebutuhan selama bulan ramadhan terus meningkat. Diperkirakan jumlah tersebut akan semakin meningkat menjelang hari H," katanya.
Jumlah nilai uang yang diburu masyarakat diantaranya uang pecahan Rp. 10 ribu, Rp. 5 ribu, Rp. 2 ribu dan Rp. 1.000 dengan jumlah nasabah yang menukar uang di kantor BI Purwokerto mencapai 230 orang per hari. Namun jumlah tersebut akan terus meningkat saat warga masyarakat di luar Banyumas sudah mulai mudik.
"Warga dari luar Banyumas yang mudik kesini biasanya juga akan melakukan penukaran di BI atau perbankan di Purwokerto," jelasnya.
(arb/dru)











































