Berikut paparan Perencana Keuangan dari ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie seperti dikutip detikFinance dari situs resminya, Senin (19/8/2013).
Untuk merencanakan dengan baik keinginan besar ini, pertama, hitunglah nilai rumah dan mobil yang ingin Anda beli. Jika Anda memang berniat membelinya dalam waktu 7 tahun dari sekarang, Anda harus melakukan penyesuaian terhadap nilai inflasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan penghasilan Rp 10 juta, maka idealnya dana yang bisa disisihkan untuk kebutuhan membeli rumah dan mobil mungkin sebesar Rp 2 juta. Sehingga, jika Anda rajin menyisihkan Rp 2 juta untuk dibelikan produk investasi dengan asumsi hasil 15% per tahun, saldo investasi 7 tahun lagi menjadi Rp 297 juta (nilai masa mendatang). Nah, apakah rumah yang ingin dibeli seharga itu? Jika tidak, maka kita siapkan saja down payment (DP) dan sisanya kita gunakan fasilitas pinjaman.
Khusus untuk rumah, Anda punya dua opsi yang bisa digunakan, yaitu membeli lunas secara langsung atau membeli melalui KPR. Opsi KPR ini sering menjadi pilihan masyarakat mengingat harga rumah yang memang tak murah.
Jika harus menunggu sampai Anda memiliki dana yang cukup untuk membeli sebuah rumah, rasanya akan lama sekali dananya akan terkumpul karena nilai rumah akan terus naik. Untuk mengambil KPR, Anda sebaiknya memperhatikan dua hal berikut:
Β 1. Berapa harga rumah yang mampu Anda beli?
Indikatornya adalah Anda memiliki dana minimal 20-30% dari harga beli rumah untuk dijadikan uang muka atau down payment (DP).
2. Berapa nilai cicilan KPR yang mampu Anda bayar?
Indikatornya adalah Anda memiliki arus kas sebesar minimal 25% dari penghasilan rutin bulanan selama minimal 5 tahun ke depan yang tidak digunakan untuk kebutuhan konsumsi rutin.
Sementara untuk mobil, jika Anda memang ingin menggunakannya sebagai aset konsumsi, saya lebih menyarankan Anda membelinya secara tunai.
Mengapa? Pertama, mobil ini tidak dimaksudkan untuk menjadi aset produktif dan nilainya akan terus terdepresiasi seiring masa penggunaannya sehingga rasanya akan rugi jika Anda membelinya secara kredit.
Kedua, berbicara mengenai kendaraan, masih ada alternatif lain yang bisa digunakan, yaitu transportasi umum. Namun, jika berbicara mengenai rumah, rasanya kita tidak akan menemukan adanya rumah umum, bukan?
Hal yang tak kalah penting adalah jika Anda masih memiliki utang kartu kredit, lunasi terlebih dahulu saldonya agar tak mengganggu implementasi rencana keuangan Anda. Selamat membeli rumah ya!
(ang/ang)











































