Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin menjelaskan untuk rencana ini pihaknya masih menunggu restu dari pemegang saham mayoritas yakni Kementerian BUMN.
"Kita lakukan share buyback untuk employee. Itu ordernya sudah sampai ratusan miliiar. Itu akan dilakukan tinggal tunggu approval dari Kementerian BUMN," ucap Budi kepada detikFinance usai penandatangan kerjasama penyediaan layanan pembayaran pensiunan antara Mandiri dan Asabri di Plasa Mandiri, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita nggak sebanyak mereka (Jamsostek dan Taspen) karena kita bukan perusahaan investasi. Kita harus kasih kredit. Kalau ini masuk ke sini (saham) kan nggak bisa kasih kredit yang membutuhkan dana," jelasnya.
Budi juga menjelaskan disaat kurs rupiah melemah dan harga saham menurun, kondisi likuiditas Bank Mandiri masih tetap terjaga.
"Mandiri beruntung karena bank paling besar. Taruh dana itu ke bank karena security. Beruntung bank kita paling besar jadi orang taruh uang ke kita. Sampai sekarang likuiditas kita berlebih," sebutnya.
(hen/dru)











































